"jasa-translate-tesis"Jasa Translate Tesis, Persamaan Tesis dan Disertasi, Perbedaan Tesis dan Disertasi | Di artikel singkat kali ini, akan kita bahas bersama sama persamaan perbedaan tesis dan disertasi, serta pasitnya apa saja perbedaan tesis dan disertasi serta persamaan tesis dan disertasi.

Sebelum lanjut, jika anda saat ini sedang membutuhkan layanan jasa translate tesis atau jasa penerjemah tesis, silahkan hubungi tim Pro Translasi ya.

Tesis vs. Disertasi

Tesis dan disertasi umumnya diperlukan untuk meraih gelar pascasarjana. Tesis berbeda dengan disertasi. Pada era Shakespeare, seorang kandidat untuk gelar magister harus menulis tesis, sebuah makalah yang membahas persoalan tertentu. Selanjutnya dia harus membacakan tesisnya kepada penguji, setelah itu dia duduk diam, dan dua anggota fakultas memberikan bantahan poin demi poin atas semua yang dia katakan.

Titik fokus di sini adalah pada ide-ide mahasiswa dan kemampuannya untuk menyusun dan menyampaikannya dengan jelas. Jika seorang mahasiswa ingin mendalami bidang akademisnya, ia dapat melanjutkan untuk mengerjakan disertasi. Hal ini lebih cenderung pada tinjauan literatur. Dia akan mengkaji bidang tertentu secara komprehensif dan menuliskan temuannya, membahas berbagai otoritas dan pendapat mereka. Intinya adalah untuk menunjukkan bahwa ia telah memahami literatur atas bidang tersebut.

Tesis vs. Disertasi: Eropa

Di Eropa, perbedaan antara tesis dan disertasi sebagian besar dipertahankan. Tesis doktoral adalah bagian fokus dari penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan gelar PhD. Disertasi adalah bagian dari proyek penelitian pascasarjana yang komprehensif.

Namun, tesis telah berkembang sejak penelitian saat ini membutuhkan latar belakang penelitian yang banyak. Jadi, tesis harus berisi kutipan dan referensi yang banyak dari penelitian sebelumnya, meskipun fokusnya tetap pada hasil penelitian yang dikerjakan.

Tesis vs. Disertasi: AS

Di Amerika Serikat, definisi tesis hampir berlawanan dengan yang ada di Eropa. Tesis merupakan tahap menuju gelar doktor karena lebih pendek dari disertasi. Tesis diperlukan untuk meraih gelar Magister. Dalam bidang ilmiah, kandidat magister mengambil kursus lanjutan dan turut andil dalam proyek penelitian tetapi tidak mengarahkan proyek ke tingkat yang sama seperti yang dia lakukan dalam program doktor. Dalam proyek magister, ide-ide mahasiswa diterima dan diharapkan tetapi fokusnya adalah untuk memperoleh keahlian teknis, bukan melakukan penelitian. Biasanya, setelah meraih gelar Magister, mahasiswa tekniki jarang melanjutkan studi untuk mendapatkan gelar PhD. Sebaliknya, di bidang lain seperti Kimia, gelar Magister tidak lagi diperlukan untuk meraih gelar doktor. Hampir semua orang yang saya kenal yang menerima gelar Magister di bidang Kimia mendapatkannya karena mereka putus sekolah pascasarjana dan menulis penelitian singkat untuk memenuhi persyaratan gelar Magister.

Apa Persamaan Keduanya

Baik tesis dan disertasi membutuhkan usaha keras dan penuh kesungguhan. Baru-baru ini, saya menghadiri sidang tesis yang mahasiswanya tidak siap. Penyampaiannya buruk, tidak teratur, dan tidak mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Mungkin dia telah berusaha dengan keras, tapi kerja kerasnya juga harus dibuktikan melalui presentasi. Usaha selama bertahun-tahun ini tentu saja membutuhkan laporan yang lebih baik dari ini.

Demikian artikel singkat tentang perbedaan tesis dan disertasi serta persamaan tesis dan disertasi. Jika butuh layanan jasa penerjemah tesis atau jasa translate tesis, layanan jasa translate lain, silahkan menghubungi tim Pro Translasi ya.